Hampir setahun sudah saya melakukan studi di Oita University Jepang. Setahun ini rasanya cepat sekali berlalu, banyak sekali hal mengejutkan yang dilalui.. Tanpa terasa juga banyak teman2 di Bandung yang sudah lulus sarjana.. Selamat ya teman2!
Setahun ini benar2 mengubah pandangan saya mengenai dunia. Dari yang sebelumnya asumsi dan praduga, apakah itu mengenai Jepang, Amerika, sampai orang yahudi atau amerika latin, segalanya menjadi lebih jelas. Saat ini saya benar2 excited sekali pulang ke Indonesia. Ada yang menunggu…. gelar sarjana tentunya..
meskipun mungkin masih setahun lagi
Minggu terakhir sempat pada keadaan genting dimana riset saya belum selesai (karena terlalu banyak menunda,, dan padatnya tugas kuliah). Risetnya mengenai kontrol webcam dengan neural network (saya yang telah mengajukan sendiri). Saya ingin webcam mampu mengikuti gerakan muka. Mengutak-atik neural network betul2 tidak pasti hasilnya, banyak trial and error (namanya juga riset). Sudah hampir menyerah dan “mempermudah” target, hingga ditanyakan oleh tutor (mhswa S2 Jepang) dimana letak orisinalitas/karya kalau targetnya diturunkan seperti itu. Wah, sempat kesal juga, sebab waktu saya sangat terbatas karena harus mengikuti kuliah juga. Mau tidak mau ngepush diri, setiap hari dari siang sampai malam di lab. Saya ikut merasakan pengalaman mahasiswa tingkat 4/master Jepang yang melakukan riset setiap hari sampai malam. Untung saja tidak sepanjang tahun, karena mau menikmati Jepang juga ^^
Alhamdulillah, bersama dengan kesulitan datanglah kemudahan, program berjalan sesuai target. Setelah demonstrasi/presentasi, Sensei berkata “The result was better than expected (within a short time, and a simple program)”. Well, saya hanya menggunakan model neural network yang sederhana, dengan training data yang sedikit, tapi sudah cukup
. Setelah itu berbincang2 mengenai kuliah saya di Bandung seperti apa, hingga rencana melanjutkan ke master.
Saya sempat ditanya (ttg matakuliah), apakah saya belajar Information Science (Informatika) atau Electrical, saya jawab: “Computer Engineering”
. Setelah itu sensei bilang “You are very welcome to come back to study here… if you want…”, kemudian sy jawab “How about if my friends also want to come?” (Jawaban diplomatis, kalau bukan saya bagaimana.. saya kan maunya ke Amerika
.. Insya Allah). “Oh yes, that would be alright”.. Saya rasa mahasiswa Indonesia cukup berpeluang melanjutkan studi ke Jepang, karena mereka memang memerlukan mahasiswa..
Sempat saya menunjukkan ranking Asiaweek 2000, setelah mengatakan ranking sebagai referensi saja tentunya. Ranking yang menempatkan ITB pada posisi puncak dari segi Student Selectivity. (Sensei sedikit terkejut). Setelah itu saya menjelaskan mengapa bisa terjadi hal seperti itu, bisa karena memang rasio perguruan tinggi dengan calon mahasiswa. Hal yang sebaiknya diperhatikan untuk apply ke Pascasarjana di Jepang adalah tema riset lab. Bila sesuai dengan minat, jangan sungkan untuk apply, sebab sekali lagi, mereka juga perlu human resource untuk riset mereka.
Bersyukur sekali bisa mengalami setahun penuh warna, setiap hari bertemu orang asing, menambah kemampuan bahasa Jepang dan Inggris, menambah ilmu elektro sedikiit saja, ilmu sosial yang menarik untuk dikaji, dan tentunya ilmu non-akademis seperti bertahan hidup di negara yang tak punya kelapa, cabe, dan rempah2.
Saya termasuk yang paling cepat pulang kampung,, mendarat di Indonesia kira2 2 minggu lagi.
Pulang dengan semangat membara untuk memburu… memburu apapun yang bisa didapatkan!!
Goodbye friends,,,, and soon: hello friends! (Neverending cycles in our life).
More on facebook guys.. ^^