Category Archives: Inspiration

Cultural Tolerance

Sometimes when we do what we think is polite, can be interpreted as rude by others. For example, when we are visiting as guests; in American customs the host would ask the guest about his/her preference, such as what drink to serve, hot or cold, with sugar, milk, or even add cookies :). In Indonesia, it depends, the host will adjust according to his closeness to the guest, but would most likely offer options. In Japan, the host never ask the guest about his preference. (This is just simple generalization for comparative analysis).

“Please help yourself” can have an unpleasant ring on Asian ears. The Asian traditional sensibility interprets it as “nobody will help you” instead of “please take what you want”. Nowadays as people get more exposed to foreign culture, they have more sense to tolerate and understand these cultural differences.

Advertisements

Babylon A.D.

I watched the movie last night. The story wasn’t that great, but the action was thrilling.

I just hope that I don’t turn into a freak in the movie, who made a supercomputer as a mother, to create a genetically mutated child. (strange concept) 😛

Alumni 1977 ITB ke kampus

Tadi pagi saya ke Bandung. Tujuannya: menilai sidang presentasi tugas akhir calon kru divisi komputer di himpunan. Tiba-tiba dateng rombongan alumni ITB angkatan 77. Spontan kami menyambut kedatangan alumni, tentu mereka bernostalgia ria. Saya dapet banyak pelajaran dari alumni setelah ngobrol2.

Mahasiswa harus proaktif, jangan hanya responsif. Contohnya, saat ini himpunan sedang melakukan penelitian tentang solar cell. Hasil penelitian dan pengembangan ini dapat diterapkan di rumah untuk menyediakan daya listrik sendiri, sehingga tidak sepenuhnya bergantung pada listrik dari PLN. Sebaiknya dilakukan kerjasama dengan perusahaan properti yang besar, asal proposal direncanakan dengan matang, pihak properti pasti mau menerima sebagai nilai tambah dari produk properti. Kita tidak bisa menunggu di”order” pihak luar, di dunia serba cepat kini, yang responsif akan jauh tertinggal dengan yang proaktif.

Dalam bisnis, ada semacam “teori malas”, dimana tidak semua pekerjaan itu harus kita lakukan semua, kalau bisa ditugaskan ke pihak luar, kita bisa fokus ke hal lain yang lebih penting. Saya mendengar kata-kata ini dari saudara sepupu saya, dan setelah saya ngobrol dengan alumni (yang sebagian besar direktur/pengusaha), ternyata gagasan mereka memang cenderung mendukung teori tersebut.

Untuk menghidupkan kembali Elektron (majalah elektronika himpunan EL ITB) yang sudah lama tertidur, banyak hal harus dilakukan.
Pertama, jalin kontrak dengan perusahaan, untuk iklan, distribusi dan percetakan. Iklan akan sangat membantu pembiayaan dan menambah content majalah. Percetakan dan distribusi, sebaiknya diurus oleh perusahaan yang sudah memiliki jaringan hingga ke pelosok nusantara, sehingga mahasiswa dapat fokus ke isi dan pengembangan majalah (selain itu mahasiswa tidak akan sempat mengurus distribusi majalah).

Kedua, tentu, gagasan penerbitan kembali “ELEKTRON” harus didukung oleh divisi workshop dan divisi komputer yang akan memberikan artikel setiap edisi, dengan imbalan tentunya. Penulis artikel tidak harus mahasiswa, bisa dosen maupun pihak luar. Namun, setelah itu bahasa yang digunakan harus di-edit agar tidak terlalu kaku sehingga mudah dipahami oleh pelajar/mahasiswa.

Oh ya, cuplikan kata-kata terakhir dari salah satu alumni:
“Nikmati masa-masa ini, kami nggak bisa kembali lagi ke masa kalian…”
“Tapi ya….sekarang nikmat juga sih…wuahahaaa…”
“Konsep dimulainya hidup bagi pria dan wanita itu kebalikan. ‘Hidup’ wanita dimulai saat terikat. Sedangkan ‘hidup’ pria berakhir saat terikat….”

Cheeerrss!!!

Buku 30 Tahun Alumni ITB 1977

Berikut ini kisah-kisah perjalanan hidup alumni kampus gajah duduk, dari sejak ujian nasional hingga bertualang di Afrika, ada kegagalan dan keberhasilan. Kisah2 yang memberi kita motivasi, dan keyakinan bahwa cita-cita dapat kita raih (dengan semangat dan kerja keras)

ITB Angkatan 1977 mengalami beberapa kejadian bersejarah, diantaranya:

  • Ujian SKALU – pertama kali dalam sejarah Ujian masuk ke perguruan tinggi dilakukan secara serempak di lima kota untuk lima perguruan tinggi
  • Kisah Gerakan Mahasiswa di tahun 1978

Silahkan buka di: http://buku30tahun.blogspot.com/

Genius? Not at all. It was such an intense study and heavy devotion. It’s basically a curiosity-triggered motivation underlying these ventures. Yulianto EL’77.

Creativity is not some magical trait, you have to work hard to be a more creative person. You have to be diligent. R. Keith Sawyer, Ph.D.