Category Archives: Miscellaneous

IM3 PUK

Kalau salah memasukkan PIN berkali-kali (atau tidak sengaja seperti kasus adik saya), akan diminta nomer PUK yang tertera di kartu perdana.
Kalau malas menelfon call centre, atau mengambil kartu perdana (atau hilang), coba masukkan 12345678.

Tidak perlu repot2 nelfon call centre (dan membayar) 😉

Advertisements

Babylon A.D.

I watched the movie last night. The story wasn’t that great, but the action was thrilling.

I just hope that I don’t turn into a freak in the movie, who made a supercomputer as a mother, to create a genetically mutated child. (strange concept) 😛

Moved my blog

Hello.. from now on this will be my one and only official personal blog. If it wasn’t for this simple, neat theme I wouldn’t keep this blog.

Why did I move? Well, let’s just say something happened in my own domain’s blog during the upgrade process and I don’t have the time to fidget around with WordPress. 😉

The moving process was really easy, under the Manage menu just export-import the blog.

I’m gonna put more “professional” content in my domain, so keep an eye out (or in) for it.

Thanks for visiting! 🙂

Karei naru Ichizoku

I’ve just finished watching a Japanese Drama series, Karei naru Ichizoku (The Grand Family).

Great 

Here’s the synopsys (taken from DramaWiki, too lazy to make one 😛 ):Originally a novel by Yamazaki Toyoko, and later a 1974 movie, Karei naru Ichizoku depicts the conflicts within the Manpyo family, famous in Kansai’s financial circles, amidst the tumultuous reorganization of the financial industry of the late 1960s. Unlike the book, the eldest son, Teppei, and not the father, Daisuke, is the central character of the drama.This drama is set in the late 1960s decade of Japan and depicts the rivalry between Manpyo Daisuke (Kitaoji Kinya), a powerful banker, and his eldest son, Manpyo Teppei (Kimura Takuya), the executive managing director of a steel firm. For reasons not yet entirely clear, Daisuke seems to dislike his own son and when Teppei finds out why, the Manpyo family is turned upside down.  

Wow, this drama really touches me, because the main ‘fighter’ is a metallurgy engineer who runs a (family owned) steel company. He is very idealistic in pursuing his dreams to develop Japan’s steel industry, keeping to his idealistic values and gains sympathy from people around him (except the bad greedy guys :P).  The story is much about father-son fight; father uses schemes, while son uses fair values.

Because of a financial reorganization by Ministry of Finance Japan, Hanshin Bank run by Daisuke (the father) is threatened to be merged with other banks, thus possibly losing control of the bank. In order to survive, he has to make some scheme where his ‘little’ bank can take over a bigger bank, by trying to look for scandals in those big banks. Towards the end, the only option was to sacrifice Teppei’s (his son) project of building a blast furnace (which is his dream to develop Japan’s steel industry). The project failure will be used to blame one other big bank which support the project. Turns out not only the project is sacrificed, but also Teppei’s life (suicidal, but because he thought it would be better for the family).

There’s a lot of drama going on; some are arranged marriages for family connections, and the questionable fact who Teppei’s real father is. This drama gave me a push to remember the true motivation behind my dream,, and pursue it no matter what. His never give up spirit, though he loses in the end, spreads inspirational values even to his father, making him a winner anyway. Not like other dramas, this is a sad ending drama… the hero dies, but his dream lives on….

Fuji-Q Highland

From my camera 🙂

Hooray, I got to ride on the three former world record holders roller coasters in Fuji-Q Highland.
I went there with my relatives by car, and it took around two and a half hours trip. On the way we saw great views of Mount Fuji. Turned out we were going to see it from a better site. ^^

Fujiyama

Fujiyama

First I got on the Fujiyama, which held the Guiness world record in 1997 for the highest rollercoaster. Straight from the beginning we were taken really high, 79 meters high, then dropped just like free fall. After there was no rest for turning, dropping, twisting, even a 90 degrees sideways turn.

Dodonpa

Dodonpa

Then we got on the World Bucchigiri Coaster Dodonpa (don’t know what it meant). The special feature was its acceleration speed in the beginning, from 0 to 214 km/h in just 2 seconds. The fastest acceleration roller coaster in the world. The drop is notorious. And I got to sit on the front!! ^^

We had lunch afterwards, and then got in a very short line for Red Tower. It was basically a free fall from a height, and the nice thing was the great view of Mount Fuji.

Eejanaika

Eejanaika

It was already late in the afternoon, so it was time for the ultimate roller coaster, Eejanaika. It is by far the scariest, but most fun ride there. We get flipped and twisted and all kind of bad thing coasters would do to us. It holds the world record for most inversions. It’s really wild, and the videos should speak for itself. Well.. words can’t describe the feeling of riding coasters anyway ;p
The great thing is, after riding I felt so energized from the adrenaline rush… would love to ride again someday (definite recommendation) ^_^

Windows Live Writer

I am writing this post from Windows Live Writer. I am using a self hosted WordPress and it easily detected my blog settings. This is nice.. now it’s easier to write blogs with rich features. And for those who have more than one blog can easily switch which blogs to write in.

Go to for Microsoft great free apps: http://get.live.com/

My Internet Connection

What a difference…with this “cheap” internet connection…

Download lagu2 dari multiply cepet banget, biasanya 0,5 MB/s….
Torrent juga.. bisa 2MB/s lebih kalau seedernya rame…

Saya juga download video lectures dari OCW MIT,, kencengnya 4 MByte/s….
Sepertinya ada link khusus antar universitas d dunia utk kepentingan pendidikan n research….
Back to work…..

Day of Flight

Just in time, my house is finally connected to the internet (Via Cable). What a relief!

It’s 11:35 now and I better get packing. My plane leaves at 18:40 and I don’t want to be late!
I’m expected to land tomorrow at around 08:00 at Fukuoka Airport. Wish me luck!

Btw, I’m gonna ride this train from Fukuoka to Oita! Sonic!

Train

Petani Silikon

Kami adalah petani silikon.
Lahan kami adalah silikon.
Garapan kami adalah silikon.
Hasil kami adalah silikon.

Kami pupuk silikon dengan boron.
Kami pupuk silikon dengan fosfor.
Kami cangkul silikon dengan plasma.
Kami siram silikon dengan metal.

Berjuta transistor tumbuh dengan subur.
Beribu gerbang terkait dan terukur.
Sinyal diubah menjadi informasi.
Informasi dituai untuk sarapan rohani.

Dan semua usaha untuk kemakmuran bangsa.
Dan semua kelelahan untuk keagungan manusia.
Dan semua hasil adalah hasil karunia-Nya.
Dan petani silikon terus berusaha.

(Puisi oleh Prof. Samaun Samadikun)

Mengurus Paspor Sendiri — Kantor Imigrasi Jakarta Selatan… 2007

Setelah saya cek sendiri, ternyata post ini menduduki link ke 3 pada hasil search “kantor imigrasi jakarta selatan” di google. Oleh sebab itu saya edit post ini agar lebih jelas menceritakan pengalaman saya pada tahun 2007. Saat ini? Tentu saja ada perbedaan, dan kita selalu berharap selalu menjadi lebih baik. Saran utama bagi yg hendak mengurus paspor adalah untuk melakukannya sedini mungkin.

Kebetulan saya harus mengurus perpanjangan paspor yg sudah habis masa berlakunya. Untuk mengurusnya, saya harus 3 kali ke kantor imigrasi. Pertama untuk mengisi formulir, dan menyerahkan paspor lama. Untuk perpanjangan, yang diserahkan fotokopi akte kelahiran, akte nikah (bagi yang sudah/sedang saja), fotokopi Kartu Keluarga, fotokopi KTP dan paspor lama asli. Proses pada hari ini dapat diwakilkan dengan surat kuasa, karena hanya menyerahkan dokumen. Setelah itu, anda dipersilahkan pulang, dan disuruh datang kembali (kira2 2 minggu). Karena kebetulan saat itu saya sedang kerja praktek, keluar gerutuan saya “Entah dari mana hak mereka menentukan jadwal. Seolah2 kita tidak memiliki pekerjaan atau kesibukan lain.” Maklum, masih pengalaman kerja pertama, itupun kerja praktek, alias masih mahasiswa 😛

Minggu Kedua, saya tidak tahu apa yg dilakukan oleh kantor imigrasi selama seminggu/dua minggu yang berlalu. Mungkin memeriksa daftar cekal (buron) 😛 Tapi 2 minggu ini tidak dapat dilongkap dengan jalur khusus perwakilan/travel, melirik pengalaman teman yang lewat agen 😛 Pada hari ini sy harus melakukan administrasi pembayaran, foto, dan wawancara. Disinilah hari yang melelahkan. Sungguh tidak ramah sekali prosesnya. Saya lupa detailnya, tetapi saya ingat harus bolak-balik naik turun ke lantai 2. Pertama utk membayar paspor, kemudian foto biometrik dibawah, kemudian membayar lagi diatas. Untuk pemuda yang sehat seperti saya tidak masalah, senang saja olahraga. 😀 Tapi apakah pemuda itu tega melihat seorang ibu2 tua yang jarang olahraga 😛

Setelah itu yang dilakukan menunggu hingga jam 3 sore untuk foto. Ya… tempat tunggunya panas sekali meskipun ada kipas angin, dengan TV yang suaranya tidak terdengar. Untungnya ada penjual yang menawarkan teh botol. Keadaan sekitar tidak mendukung. Bangunannya terlihat seperti rumah yang dibuat menjadi kantor. Pada saat wawancara, saya ditanyakan nama, alamat, dan data diri saya sendiri. Setelah itu saya ditanyakan hendak kemana, saya jawab studi. Kemudian diminta oleh petugas utk menyiapkan surat rekomendasi pada pengambilan paspor. Saya yang sedang kerja praktek di Jakarta mengirim email ke Kantor Hubungan Internasional kampus untuk memohon surat bukti bahwa saya akan melakukan program pertukaran pelajar. Sungguh tidak enak sekali rasanya meminta instansi utk segera mengirim surat ke rumah saya.

Setelah dua kali bolak-balik ke kantor imigrasi, pagi ini sy ngambil paspor. Saya datang membawa surat rekomendasi yg telah diminta. Sy berangkat jam 7 dari kantor di Jl. Gatot Subroto yang juga sebelah jalan Mampang/Warung Buncit. Oh ya, ini pertama kalinya saya naik busway loh (iklan). 😀

Sampai di imigrasi jam 7.20an, bersiap menunggu jam buka: 8. Untung teman saya datang. Ngobrol2 sampai jam 8. Saat mengantri, lamaa banget tidak ada yang melayani, ternyata menunggu petugas mencari kunci lemari Paspor Baru!!!

Konyol sekali, setelah 15 menit, kunci gembok akhirnya mulai digergaji!!! Seperti maling aja… Setelah aksi “pembobolan” itu berhasil, saya mendapatkan paspor itu(40 menit lamanya). Saya balik ke kantor naik busway cuma 10 menit, jalan 5 menit ke kantor. (iklan lagi) Oh iya, surat rekomendasi? Sia-sia. Ada juga ya hobi mempersulit hidup orang lain. Hebat. 😀

Menurut sy mengurus paspor sendiri tidak praktis, mesti bolak-balik 3 kali ke kantor, mesti naik-turun tangga 5 kali buat ke loket pembayaran, mesti ngalah giliran foto dengan orang yang “bayar lebih” padahal saya dateng lebih pagi!!! Yach, begitulah pelayanan publik di Indonesia, sebenernya bisa dibuat mudah dan cepat, tetapi justru dengan dibuat lama agar ada jasa-jasa! (ini tahun 2007 ya, mudah2an berubah)

Oh ya, posisi toilet berdiri (pria), sempit sekali dijepit tembok. Sehingga tidak bisa digunakan, sampai saya foto saking herannya… untuk pelayanan publik yang lebih santun, profesional, dan beradab.

The last day of my 6th semester at ITB

emoticonemoticonemoticon

Hari ini hari kuliah terakhir semester 6. Rasanya pengen buat blog, banyak yang telah dilalui…
emoticonemoticonemoticon

Menurut gw semester ini gw sibuknya paling padet… Kadang2 ampe ga tidur!!! emoticon
Pertama: Gw jarang jadi panitia kegiatan, tapi gw jadi panitia kaderisasi STEI 2006, divisi motivator (semacam mentor/taplok).emoticon

Kedua: Praktikum gila-gilaan jumlahnya. Minggu lalu aja ada 4 kali. Belum lagi bikin laporannya..emoticon

Ketiga: Kalo ga ada ujian, tugasnya bertumpuk. Pernah pada hari Senin & Selasa SEMUA matakuliah ada tugas!!! Plus ujian lagi… emoticon

Keempat: Cari-cari tempat kerja praktek ribet banget, tadinya mau ke Batam, tapi disananya lagi nggak bisa nerima, ujung2nya dapet di PT. VICO Indonesia, perusahaan oil & gas, bagian IT. Ada proyek bikin software, yach, gw jadi kaya anak informatika. Gapapa lah, yang penting suasana kerja and pengalamannya. Toh, programming bukan sesuatu yang menyimpang dari kuliah gw, malah mendukung banget. emoticon

Setelah kerja praktek, sisa liburan dan beberapa hari semester depan, gw bakal ngerjain proyek penelitian dari dosen (bersama 3 teman lain). Dana-nya lumayan loh… Makan2… emoticon

Gw sempet down/jenuh akhir2 ini, tapi minggu lalu gw dapet kabar baik.
Setelah melewati perjuangan mengisi formulir aplikasi, mulai dari rontgen thorax, sampe cari surat rekomendasi, bikin esai, wah akhirnya gw dapet juga beasiswa pertukaran pelajar ke Jepang. Makan2 lagi….
emoticonemoticonemoticonemoticonemoticonemoticonemoticonemoticon

Gw bakal berangkat ke Jepang tanggal 20an September ke Oita University, Japan. Lamanya disana selama 2 semester… Jadi kemungkinan gw lulus bisa 4,5 atau 5 tahun, tergantung perubahan kurikulum ITB 2008. I will miss my family, friends and Indonesian food! Gw berdoa semoga gw bisa belajar dengan baik disana… Doain ya teman-teman…..

Divkom’s Newest Member

Thevenin telah melahirkan 3 anaknya di Divkom. Melihat seorang Ibu memakan ari-ari anaknya merupakan pengalaman tersendiri. Nama-nama mereka: Maxwell, Gauss dan Ampere. Dan tadi siang Thevenin untuk pertama kalinya keluar dari bawah lemari meninggalkan anak-anaknya…

Aiiihh…lucunya….
Oh ya, Thevenin tuh kucing… )